Keberagaman agama merupakan salah satu kekayaan bangsa Indonesia yang dapat menjadi kekuatan dalam membangun persatuan. Namun, perbedaan keyakinan juga berpotensi memunculkan konflik apabila tidak disertai sikap saling menghormati dan pemahaman yang bijaksana. Di tengah tantangan intoleransi, radikalisme, dan fanatisme berlebihan, moderasi beragama menjadi pendekatan penting untuk memperkuat toleransi sekaligus merawat keharmonisan kehidupan masyarakat yang majemuk.
Persoalan tersebut menjadi pokok bahasan buku Moderasi Beragama dalam Pandangan Aktor-Aktor Kerukunan Provinsi Sulawesi Barat. Buku ini menghimpun berbagai tulisan yang menyoroti moderasi beragama dari perspektif keagamaan, sosial, pendidikan, media, dan kebijakan pemerintah. Beragam perspektif tersebut memberikan gambaran tentang pentingnya membangun kesadaran bersama untuk menjaga toleransi, mencegah konflik, dan memperkuat kerukunan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang keyakinan berbeda.
Salah satu bahasan penting dalam buku ini ialah moderasi beragama dalam perspektif Islam. Pembahasan tersebut mengajak pembaca memahami bahwa menjaga kerukunan bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama atau mengurangi keyakinan terhadap prinsip-prinsip keagamaan. Sebaliknya, moderasi beragama menekankan sikap adil, proporsional, dan menghormati hak orang lain dalam menjalankan keyakinannya. Dengan demikian, perbedaan tidak harus menjadi penghalang untuk membangun hubungan sosial yang damai dan harmonis.
Tantangan kehidupan beragama turut dibahas melalui tulisan mengenai upaya menangkal radikalisme di sekolah, kemajemukan yang terancam, serta terorisme dalam perspektif subjektivitas dan objektivitas media. Topik-topik tersebut menunjukkan pentingnya pendidikan, literasi informasi, dan tanggung jawab pemberitaan dalam membentuk pemahaman masyarakat. Sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai toleransi sejak dini, sedangkan media dituntut menyampaikan informasi secara akurat dan berimbang agar tidak memperkeruh hubungan antarkelompok dalam masyarakat.
Dalam konteks lokal, buku ini mengangkat upaya memperkokoh toleransi di Riso, Desa Sadar Kerukunan binaan Kementerian Agama di Sulawesi Barat. Pembahasan tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memelihara kerukunan serta membangun kehidupan bersama yang harmonis. Upaya ini sejalan dengan semangat merawat keharmonisan umat beragama di Tanah Malaqbi’, yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap perbedaan.
Buku ini juga memuat refleksi Tahun Toleransi 2022, komitmen anak bangsa dalam memelihara keberagaman, serta capaian kerukunan hidup umat beragama dalam Rencana Strategis Kementerian Agama Republik Indonesia 2020–2024. Selain itu, pelaksanaan Orientasi Pelopor Penguatan Moderasi Beragama bagi aparatur sipil negara di lingkungan Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat pada 2022 menjadi bagian dari dokumentasi penguatan nilai-nilai moderasi. Berbagai bahasan tersebut memperlihatkan bahwa upaya menjaga kerukunan memerlukan dukungan pendidikan, kebijakan, keteladanan, dan partisipasi aktif berbagai unsur masyarakat.
Pada akhirnya, Moderasi Beragama dalam Pandangan Aktor-Aktor Kerukunan Provinsi Sulawesi Barat menjadi bahan refleksi tentang pentingnya merawat keberagaman sebagai kekuatan bangsa. Kerukunan tidak cukup dibangun melalui imbauan, tetapi perlu diwujudkan dalam sikap saling menghormati, kesediaan berdialog, dan kemampuan menyelesaikan perbedaan secara bijaksana. Buku ini relevan bagi aparatur pemerintah, pendidik, tokoh agama, pegiat kerukunan, dan masyarakat luas yang ingin memperdalam pemahaman mengenai moderasi beragama. Melalui penguatan toleransi dan komitmen bersama, keberagaman diharapkan terus menjadi landasan bagi terciptanya kehidupan yang damai, harmonis, dan berkeadaban.
Buku Moderasi Beragama dalam Pandangan Aktor-Aktor Kerukunan Provinsi Sulawesi Barat dapat diakses melalui BintangPusnas Edu sebagai salah satu sumber bacaan untuk memperluas wawasan mengenai moderasi beragama dan penguatan kerukunan umat beragama di Indonesia.
Penulis: Busrang Riandhy, Anton Ranteallo, H. Sahabuddin Kasim, H. Suharli, et al.
Editor: Busrang Riandhy, S.Ag., M.H.
Penerbit: Deepublish Digital
Tempat Terbit: Yogyakarta
Tahun Terbit: 2022



.jpeg)



